Profil

Sejarah SMA UII

A. LATAR BELAKANG HISTORIS DAN PENDIRIAN SMA UII

SMA UII unggulan Yogyakarta didirikan oleh Badan Wakaf UII Yogyakarta. Berdiri dengan SK Nomor 15 Tahun 1994 tertanggal 15 Mei 1994, kemudian dikukuhkan oleh SK Kakanwil Depdikbud Provinsi DIY, Drs. H. Sutopo Sahib pada tanggal 16 Juli 1994 bertepatan tanggal 7 Shafar 1415H. Empat tahun kemudian di akreditasi mendapat status disamakan berdasarkan SK Direktur Jendereal Pendidikan RI Nomor: 35/C.C7/Kep/MN/1998 tertanggal 10 Maret 1998 dan di akreditasi ulang pada tahun 2003 dan status ini masih tetap bertahan berdasarkan SK Kepala Dinas P & K kabupaten Bantul Nomor: 119.a Tahun 2003, tanggal 1 November 2003. Pada tanggal 20 November 2006 Badan Akreditasi Nasional (BAN) menetapkan nilai akreditasi A (amat baik) dengan nilai 90,95 dan untuk akreditasi sampai saat ini masih mempertahankan nilai A (amat baik) dengan nilai 96,16 ditetapkan oleh BAN pada tanggal 12 November 2010 berlaku sampai tahun ajaran 2015/2016.

Ide pendirian sekolah menengah sebagai ajang penelitian dan latihan mengajar mahasiswa Fakultas Tarbiyah sejak kurang lebih sepuluh tahunan dimunculkan. Namun demikian, sejauh bisa diperoleh data dari dokumen yang ada baru dalam beberapa tahun terakhir, ide tersebut mendapatkan kepastian tempat dalam keputusan Badan Wakaf UII.

Dasar pemikiran diperlukannya suatu sekolah laboratorium bagi Fakultas Tarbiyah UII Yogyakarta antara lain:
1.Sebagai lembaga pengembang ilmu pendidikan agama islam.
2.Sebagai lembaga pendidikan tenaga kependidikan (LPTK) yang membina calon guru agama islam yang keberadaannya dijamin UU No. 2/1989 tentang sistem pendidikan nasional.
3. Komunikasi intensif (lewat pertemuan rutin) antara fakultas dengan sekolah memungkinkan terjadinya tukar informasi yang secara tidak langsung sebenarnya menjadi ajang penelitian bagi dosen dan supervise (pembinaan) bagi guru-guru.

Pendirian sekolah selain sebagai laboratorium penelitian sekolah juga sebagai lembaga persiapan untuk mendapatkan bibit-bibit unggul calon mahasiswa UII. Perkembangan keputusan Badan Wakaf itu antara lain sebagai berikut:
1. Sidang Dewan Pengurus Badan Wakaf UII tanggal 25 Februari 1990 merekomendasi pendirian sekolah laboratorium untuk Fakultas Tarbiyah UII.
2. Sidang Dewan Pengurus Badan Wakaf UII tanggal tanggal 15 Februari 1992 menyutujui didirikannya lembaga pendidikan menengah semacam sekolah persiapan (pra) pendidikan tinggi.
3. Dewan Pengurus Badan Wakaf UII pada tanggal 24 Januari 1993 menetapkan mengusahakan berdirinya sekolah persipanan UII.

Selain itu pada tahun yang sama Raker Bidang I UII di Kaliurang merekomendasikan agar segera direalisasikan pendirian sekolah laboratorium Fakultas Tarbiyah UII. Usaha – usaha konkrit yang dilakukan antara lain:
1. Rapat Kerja Fakultas Tarbiyah UII tanggal 27 Agustus 1993 memutuskan untuk membantu usaha merealisasikan pendirian sekolah laboratorium Tarbiyah UII dengan membentuk Tim (Satgas) yang diketuai oleh Drs. Imam Efendi, MA.
2. Tim Satgas dengan berbagai pertimbangan “Marketability” bersepakat untuk mendirikan sekolah laboratorium dalam wujud Sekolah Menengah Umum tingkat Atas (SMA).
3. Dengan pertimbangan salah satu persyaratan utama untuk mendapatkan status dari Depdikbud adalah memiliki gedung sendiri, Satgas Fakultas meminta Fakultas melalui Universitas meminta ijin penggunaan gedung Sorowajan Barat yang selama ini digunakan Fakultas Tarbiyah untuk SMA UII.
4. Berdasarkan permintaan Fakultas, Rektor meminta ijin Badan Wakaf menggunakan gedung Sorowajan Barat untuk SMA UII dengan surat No:803/B.V/1993 tanggal 30 September 1993.
5. Pada tanggal 6 Oktober 1993 Pengurus Badan Wakaf UII dengan surat No:155/A.I/PH/1993 memberi ijin pemakaian gedung Sorowajan Barat untuk SMA UII.
6. Pengurus Badan Wakaf menugaskan Rektor UII Yogyakarta dengan surat No:152/A.I/PH/1993 agar merintis segera pendirian sekolah laboratorium Tarbiyah UII dimaksud.
7. Untuk “memperkuat” dan meluruskan” posisi Satgas Fakultas Tarbiyah, Rektor membentuk “Tim Persiapan Pendirian Sekolah Laboratorium Fakultas Tarbiyah UII” (sehari-hari disebut dengan “Tim Universitas”) dengan SK Rektor Nomor 135/B.VI/Rek/1993 tertanggal 12 Oktober 1993. Stagas/Tim Fakultas Tarbiyah tetap melakukan tugas yang bersifat operasional.
8. Satgas selanjutnya mengupayakan diterbitkannya izin operasional dari Kakanwil Depdikbud DIY. Izin operasional dengan STATUS TERDAFTAR dan jatah kelas dua kelas diperoleh bulan Januari 1994 dengan SK Kakanwil Depdikbud No. 1052/I 13/J/1994.
9. Berbekal izin operasional tersebut Fakultas melanjutkanj tugas antara lain:
a. Pemetaan ulang tata ruang gedung Sorowajan Barat menyesuaikan dengan standar (pembekuan) gedung untuk SMU tipe C.
b. Merancang kebutuhan fisik sekolah (meubeler dan sebagainya).
c. Menerima berkas-berkas lamaran guru dan karyawan.

SMA UII dari awal berdiri sampai searang prstasi akademik maupun non akademik selalu meningkat, sehingga masyarakat sekitar percayakan SMA salah satu sekolah yang menjadi harapan para orang tua siswa untuk mendidik para siswa untuk meraih masa depan.

Visi

Visi SMA UII

Terbentuknya Insan yang Bertaqwa, Berprestasi dan Berbudaya Berdasarkan Nilai-nilai Keislaman serta memiliki Komitmen pada Keunggulan (Ekselensi).

Misi

Misi SMA UII

Misi SMA UII adalah menyelenggarakan proses pembelajaran yang mampu mengembangkan potensi, keunggulan dan nilai-nilai dasar kehidupan yang dilandasi oleh nilai-nilai keislaman, dengan indicator sebagai berikut :

a. peningkatan prestasi kelulusan;
b. pengamalan nilai-nilai keislaman;
c. peningkatan prestasi karya ilmiah;
d. peningkatan prestasi dalam bidang olahraga dan seni;
e. terpeliharanya lingkungan sekolah yang bersih, sikap dan tingkah laku yang ramah, disiplin dan islami;
f. peningkatan kepercayaan masyarakat.