Cegah Siswa Jadikan AI Sebagai “Bestie”, Tri Novita Herdalena Inisiasi Komunitas Parent Growth di SMA UII

Cegah Siswa Jadikan AI Sebagai "Bestie", Tri Novita Herdalena Inisiasi Komunitas Parent Growth di SMA UII

YOGYAKARTA – Perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI) yang kian pesat kini menghadirkan tantangan baru di dunia pendidikan dan pola asuh. Rasa prihatin muncul ketika banyak siswa yang mulai kehilangan sentuhan sosial nyata dan justru menjadikan AI sebagai teman curhat atau “bestie” utama mereka. Merespons fenomena tersebut, salah satu orang tua siswa SMA UII, Tri Novita Herdalena, resmi menginisiasi pembentukan komunitas pengasuhan bernama Parent Growth.

Komunitas yang nantinya akan bernaung di bawah payung Komite Sekolah ini secara resmi dikukuhkan pada hari Jumat, 26 Juni 2026. Kehadiran komunitas ini lahir dari kesadaran bahwa menghadapi tantangan pengasuhan di era modern memerlukan sinergi yang kuat antara pihak sekolah dan para orang tua.

Ide pembentukan Parent Growth berawal dari pengalaman Tri Novita Herdalena saat mengisi sebuah sesi edukasi di SMA UII. Dalam kesempatan itu, beliau menemukan fakta yang cukup memprihatinkan: para siswa lebih memilih berinteraksi dan mengandalkan AI sebagai “bestie” mereka dibandingkan bercerita kepada orang tua atau teman sebayanya. Hal ini memicu langkah konkret untuk menciptakan ruang belajar dan wadah kolaborasi agar orang tua dapat mendampingi anak-anak secara lebih dekat dan empatik.

Mengusung visi “Mendukung potensi terbaik anak dan sinergi dengan sekolah” , Parent Growth hadir untuk menempatkan orang tua sebagai mitra aktif bagi pihak sekolah. Komunitas ini berfokus pada empat pilar utama, yaitu: Hati (saling berbagi pengalaman), Buku (belajar dan tumbuh bersama), Jaringan (membangun kolaborasi), serta Lampu (pemberdayaan ide yang mandiri dan transparan).

Terkait inisiasi langkah penting tersebut, berikut adalah kutipan yang menjadi semangat dasar pergerakan ini:

“Mendidik anak adalah perjalanan bersama. Kita wujudkan sinergi sekolah dan orang tua agar AI tidak menggantikan peran kita sebagai bestie sejati anak.”

Dengan hadirnya wadah kolaborasi ini, seluruh elemen sekolah berharap bahwa setiap keluarga dapat terus tumbuh dalam cinta, mengakar pada nilai-nilai luhur, dan senantiasa mekar dalam kebersamaan. Pada akhirnya, setiap proses kebersamaan ini adalah sebuah langkah nyata untuk menciptakan keluarga dan ekosistem pendidikan yang jauh lebih kuat.