Menginspirasi Generasi Muda, Unisia Goes to School Hadirkan Diskusi “Great Leader & Great Influencers” di SMA UII Yogyakarta

Menginspirasi Generasi Muda, Unisia Goes to School Hadirkan Diskusi "Great Leader & Great Influencers" di SMA UII Yogyakarta

Yogyakarta, 18 Juni 2026
SMA UII Yogyakarta  

Dalam upaya membekali siswa dengan wawasan kepemimpinan dan pengaruh positif, SMA UII Yogyakarta menggelar kegiatan “Unisia Goes to School” pada Kamis, 18 Juni 2026. Bertempat di Aula SMA UII Yogyakarta, acara ini berlangsung dengan khidmat dan antusias, diawali dengan pembacaan lantunan ayat suci Al-Qur’an oleh Ananda Faiz, siswa kelas X.

Menjadi Pemimpin dan Influencer Sejati

Sesi pertama diisi oleh Bapak Saiful Aziz, S.H., M.H., dosen dari Fakultas FIAI Universitas Islam Indonesia, yang membawakan materi “How to be the Great Leaders and Great Influencers”. Dalam paparannya, beliau meluruskan makna influencer yang sesungguhnya. Menurutnya, seorang influencer tidak diukur dari jumlah followers, konten viral, atau popularitas semata, melainkan dari kemampuan mereka untuk memberikan dampak positif dan semangat bagi orang-orang di sekitar.

Untuk menjadi pemimpin yang hebat, beliau memperkenalkan konsep “5K”:

Kepemimpinan: Dimulai dengan mengenali potensi, kelebihan, dan nilai diri sendiri, serta memahami apa yang dikuasai, dipedulikan, dan dibutuhkan oleh lingkungan sekitar.  Karakter: Mengedepankan nilai kejujuran dan integritas dalam setiap tindakan.

Komunikasi: Memperhatikan bahasa tubuh dan suara sebagai instrumen bicara yang utama, menggunakan struktur tiga bagian, serta mengedepankan bercerita (storytelling) daripada sekadar daftar fakta.

Kolaborasi: Pemimpin tidak boleh egois, harus mampu mendengarkan, serta menghargai peran tiap individu dalam tim.

Karya Nyata: Menekankan pentingnya perwujudan ide menjadi tindakan yang konkret.

Menghadapi Era “False Authority”

Sementara itu, pembicara kedua, Muhammad Zaki Tasnim, seorang mahasiswa Ilmu Komunikasi UII sekaligus public speaker, menyoroti fenomena “false authority” atau otoritas palsu. Di era digital saat ini, banyak orang terkenal bukan karena karya atau karakter, melainkan karena hal-hal yang direkayasa.

Untuk menjadi influencer sejati, Zaki membagikan fase-fase penting bagi para siswa:

Fase 1: Mulai dari diri sendiri, dengan membangun kualitas isi konten dan bukan sekadar tampilan luar.

Fase 2: Menjaga konsistensi, yang harus dimulai dari lingkaran terkecil di sekitar kita.

Fase 3: Menjadikan media sosial sebagai ladang kebaikan dengan menjadi penyaring (bukan penyebar) informasi, serta senantiasa meluruskan niat.

Sepanjang sesi berlangsung, antusiasme peserta didik tampak sangat tinggi. Hal ini terlihat dari keaktifan siswa dalam menyimak setiap materi serta banyaknya pertanyaan yang diajukan selama sesi diskusi. Kehadiran para narasumber mampu membangkitkan semangat siswa untuk mulai memikirkan peran positif yang bisa mereka ambil di lingkungan sekolah maupun media sosial. Kegiatan Unisia Goes to School ini menjadi wadah edukasi yang sangat berharga bagi siswa SMA UII Yogyakarta. Melalui diskusi ini, diharapkan para siswa dapat tumbuh menjadi pribadi yang tidak hanya cakap dalam berkomunikasi, tetapi juga memiliki integritas dan pengaruh positif dalam kehidupan bermasyarakat.