Blended seminar –Webinar SMA UII Yogyakarta

“Dampak Pandemi COVID-19 terhadap Perkembangan Psikologis dan Pemulihannya bagi Peserta Didik pada Jenjang SMP/MTs”

Ketua program studi Ilmu Komunikasi Universitas Amikom Yogyakarta, Bapak Erik Hadi Saputra, S.Kom, M. Eng., dipercaya oleh SMA UII untuk menjadi pembicara tunggal dalam seminar “Dampak Pandemi COVID-19 terhadap Perkembangan Psikologis dan Pemulihannya bagi Peserta Didik pada Jenjang SMP/MTs”. Seminar yang dilaksanakan pada Senin, 31 Mei 2021 ini merupakan seminar yang ditujukan untuk guru SMP/MTs.

            Seminar ini berlangsung di Gedung Timur SMA UII, Jl. Sorowajan Bar, Banguntapan, Kec. Banguntapan, Bantul, Yogyakarta dengan dihadiri 62 Guru BK SMP/MTS se DIY dengan sistem Blended seminar –Webinar.  Adapun materi seminar yang diberikan Bapak Erik Hadi Saputra, S.Kom., M. Eng. meliputi hal-hal yang dapat mempengaruhi psikologis peserta didik, diantaranya adalah hyper connecting, cyber bullying, time management, kebergantungan game dan tekonologi. Hal-hal tesebut dapat membuat psikologi peserta didik terganggu, salah satunya adalah terkena False Hope Syndrome (Sindrom Harapan Palsu).  Untuk itulah sebagai pedidik diharapkan dapat memulihkan psikologi peserta didik-nya dengan cara menjaga optimisme, positif thinking, mengawal dan ikut dalam pengembangan diri siswa, anchoring atau menularkan kebahagiaan, swish pattern, dan membantu siswa untuk sering self talk atau instropeksi diri.

            Kepala SMA UII, Drs. Maman Surakhman, M.Pd.I. membuka seminar yang berjalan lancar sejak pukul 13.00 WIB sampai acara selesai pukul 15.00 WIB. Beliau mengatakan bahwa pandemi COVID_19 tidak dapat dihindari dan harus dihadapi, sehingga sistem pembelajaran juga harus mengalami perubahan. Pak Maman juga menambahkan bahwa peserta didik sekarang termasuk dalam generasi Z. Generasi yang pasti tidak terlepas dari smarthphone dan medsos. Medsos dan ketidaksiapan peserta didik dalam perkembangan teknologi memberikan pengaruh besar terhadap mental mereka. Sehingga selain EQ dan SQ guru juga harus dapat memilih model dan media pembelajaran yang tepat. (D.E)